Perbedaan Pengetahuan Ilmiah dan Tidak Ilmiah

Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar
Nama : Ahmad Jahid Suyudi
NPM   : 10516375
Kelas  : 1pa14
Perbedaan Pengetahuan Ilmiah dan Tidak Ilmiah

Pengetahuan merupakan khazanah kekayaan mental manusia dan memiliki daya fungsional. Pengetahuan mengembangkan dan memperkaya kehidupan manusia melalui daya fungsional tersebut serta menjadi dasar dari segala tindakannya. Jika pengetahuan dimaknai secara awam sebagai sesuatu yang rumit dan terdapat dalam jurnal dan karya ilmiah saja, maka pengetahuan mana yang menjadi dasar dari tindakan manusia secara sederhana?
Pengetahuan ‘rumit’ yang dimaksud di atas tak lain merupakan definisi dari pengetahuan ilmiah. Pengetahuan ilmiah adalah suatu kesatuan yang melakukan investigasi secara sistematis terhadap alam dan masyarakat. Pengetahuan ilmiah (scientific knowledge) merupakan hasil dari rangkaian penggunaan metode ilmiah yang mana merupakan prasyarat untuk memperoleh pengetahuan yang benar.
Pengetahuan ilmiah seperti memiliki sesuatu yang spesifik: merupakan hal yang baru di dunia (pengetahuan yang diketahui banyak orang selama ini merupakan ‘common science’ atau pengetahuan tak ilmiah); sistematis—diperoleh melalui metode yang telah ditetapkan, dibenarkan secara rasional berdasarkan data empiris, dijelaskan dalam bahasa yang seksama dan intersubjektif serta dapat dikritik dan fallible (dapat keliru).
Pengetahuan ilmiah dipengaruhi oleh ilmuan, dipublikasikan dalam bentuk literature atau artikel, dipelajari oleh siswa dan beberapa di antaranya berkembang sebagai sesuatu yang lumrah di masyarakat.
Pengetahuan ilmiah mempunyai nilai kebenaran dan hubungan rasional dan tentu keadaannya memberi penggambaran yang utuh mengenai objeknya sehingga dapat ditangkap oleh rasio (akal), inilah yang disebut rasional atau logis. Pengetahuan ilmiah juga merupakan kesatuan yang mandiri, saling berkaitan dan membentuk hubungan yang utuh serta diperoleh melalui cara kerja khusus yang tentunya teliti dan terperinci, ini dikatakan sebagai ciri pengetahun ilmiah yakninya sistematis dan metodis.
Pengetahuan ilmiah juga mengandung kebenaran yang bersifat umum sehingga diterima oleh akal sehat siapapun yang tentunya kebenaran ini didukung oleh fakta-fakta khusus dan kejelasan fakta-fakta tersebut, atau bisa juga dikatakan pengetahuan ilmiah bersifat universal dan factual.
Pengetahuan ilmiah diciptakan tidak hanya sebagai bahan bacaan  literature semata, namun pengetahuan ilmiah diciptakan dengan maksud untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Tujuan dari pengetahuan ilmiah bersifat objektif dan normative. Tujuan objektif maksudnya ialah pengetahuan ilmiah akan menjelaskan objeknya untuk mengungkapkan suatu kebenaran, selaras dengan pernyataan Ernest Nagel dalam The Structure of Science bahwa pengetahuan timbul dari keinginan untuk member penjelasan yang bersifat sistematis dan dapat dikontrol dengan bukti-bukti fakta.
Tujuan normative dari pengetahuan ilmiah sendiri yaitu ; memanfaatkan nilai-nilai kebenaran dan mewujudkan nilai-nilai kebaikan. Pengetahuan  dimanfaatkan sebagai dasar dari sebuah tindakan agar tindakan tersebut terwujud dalam kepositifan dan kebijaksanaan. Pengetahuan ilmiah juga dimaksudkan untuk menumbuhkan budaya yang baik, yaitu budaya yang mengandung nilai-nilai kemanusiaan. Singkatnya, pengetahuan ilmiah dapat memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia dan dapat menghapus kebodohan, keterbelakangan dan ketertinggalan.
Lalu pengetahuan apa yang dapat ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari? Tentunya bukan pengetahuan ilmiah yang ‘rumit’ dan susah untuk diwujudkan. Pengetahuan yang lumrah ditemui sehari-hari yaitu pengetahuan tak ilmiah (pre scientific knowledge). Pengetahuan tak ilmiah, atau bisa dikenal juga dengan nama common knowledge, everyday knowledge, adalah pengetahuan yang berisi tentang segala informasi yang kita temukan dalam kehidupan sehari-hari serta diterima secara layak sebagai kepercayaan kita (standar kelayakan tidak terlalu dituntut ; ketergesaan dan aspek emosional dapat diterima)
Kontinuitas empiris dalam aktivitas kehidupan sehari-hari juga menjadi sumber didapatkannya pengetahuan tak ilmiah. Pengetahuan tak ilmiah, sama halnya dengan pengetahuan ilmiah yaitu menggunakan rasio dalam pengujian dan penerimaannya, namun pengetahuan tak ilmiah tidak diwujudkan dalam suatu kerangka berfikir atau system berfikir yang disusun secara khusus.
Pengetahuan tak ilmiah, seperti yang telah dijelaskan, bukanlah pengetahuan yang rumit seperti pengetahuan ilmiah, sehingga tidak membutuhkan metode ilmiah yang sistematis untuk memperolehnya. Hal ini menyebabkan bentuk dari pengetahuan ini tidak sistematis dan tidak menjelaskan objeknya secara rinci, mendalam dan teliti. Tidak ada kejelasan batas dari sebab-akibat yang terbentuk dari pengetahuan ini, sehingga sulit difahami yang mana yang prasangka dan yang mana yang merupakan fakta.
Pengetahuan tak ilmiah berjalan sebagaimana adanya seperti perjalanan hidup kita. Jika kondisi kebenarannya terpenuhi, maka pengetahuan ini melingkupi segala aspek kehidupan kita ; tentang dunia, tentang moral dan etika, tentang bagaimana menghasilkan uang atau mendapatkan makanan, tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang lain dan bagaimana membuat keputusan, dan banyak lagi.
Hal ini mengindikasikan bahwa pengetahuan tak ilmiah lebih praktis dan manfaatnya dapat dirasakan sangat jelas oleh masyarakat umum (dan awam) ketimbang pengetahuan ilmiah. Sumber dari pengetahuan tak ilmiah adalah keluarga, teman, media dan pengalaman serta pemikiran kita sendiri. Pengetahuan ini cenderung sulit untuk dijelaskan dengan bahasa yang tepat dan terperinci.
Pengetahuan juga berkaitan dan menentukan nasib individu dan masyarakat begitu mendalam. Ini bisa ditilik dari praktik pengetahuan tak ilmiah yang mana pengetahuan ilmiah memang cukup menentukan nasib individu dan masyarakat disebabkan pengetahuan ini lebih praktis dan memiliki impact yang nyata dan terasa oleh manusia.
Pengetahuan ilmiah dan pengetahuan tak ilmiah, tentunya kedua hal ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan meskipun keduanya tetap sama-sama ‘pengetahuan’ yang memiliki daya fungsional dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan yang utama dari keduanya yaitu cara atau proses yang dilibatkan dalam memperolehnya. Pengetahuan ilmiah diperoleh dari kerangka berpikir yang khusus dan sistematis yang disebut metode ilmiah, sedangkan pengetahuan tak ilmiah tidak. Pengetahuan tak ilmiah diperoleh dari lingkungan ; keluarga, teman, media, serta dari pengalaman dan hasil pemikiran yang tentunya tidak sepenuhnya sistematis.
Perbedaan selanjutnya yaitu pengetahuan tak ilmiah ‘kurang terbuka’ bagi peninjauan kritis, berbeda dari pengetahuan ilmiah yang bersifat inter subjektif. Jarang kita temui adanya pengujian serius terhadap apa yang disebut common knowledge ini. Pengetahuan tak ilmiah bersifat lebih membumi dan mudah diterima sehingga tidak dibutuhkan lagi pengujian –apalagi kritik- terhadap jenis pengetahuan ini.
Ke-universalan pengetahuan ilmiah sudah barang tentu sulit ditemui pada pengetahuan tak ilmiah. Pengetahuan tak ilmiah memang mudah diterima dalam hal praktikal, namun tidak semua orang mempercayai atau menerima pengetahuan ini secara rasional. Pengetahuan ilmiah bersifat factual karena adanya kejelasan fakta, namun tidak dengan pengetahuan tak ilmiah yang objek atau faktanya tidak diketahui secara jelas. Seringkali susah membedakan antara prasangka dan fakta pada pengetahuan tak ilmiah
Untuk memperoleh pengetahuan yang absah, valid, maka didapatkan melalui metode ilmiah. Melalui metode ilmiah ini kelak akan lahir yang disebut dengan ilmu. Tidak semua pengetahuan disebut ilmu, hanya pengetahuan yang didapat melalui metode ilmiah saja yang dapat disebut dengan ilmu. Karena ilmu yang lahir dari metode ilmiah memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi.
Metode ini perlu, agar tujuan keilmuan yang berupa kebenaran objektif dan dapat dibuktikan bisa tercapai. Dengan metode ilmiah, kedudukan pengetahuan berubah menjadi ilmu pengetahuan, yaitu menjadi lebih khusus dan terbatas lingkupan studinya.
Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran. Dengan begitu, diharapkan pengetahuan yang dihasilkan memiliki ciri-ciri tertentu yang memenuhi kriteria pengetahuan ilmiah, yaitu sifat rasional dan teruji yang memungkinkan pengetahuan yang dihasilkan benar-benar dapat diandalkan. Dalam hal ini maka metode ilmiah menggabungkan cara berpikir deduktif dan induktif.
 Berpikir deduktif memberikan sifat rasional atau bertumpu pada akal. Dengan metode ini maka pengetahuan yang dihasilkan akan sejalan dengan prinsip-prinsip yang ada pada akal, yaitu koheren dan konsisten dengan pengetahuan sebelumnya. Ilmu mencoba memberikan penjelasan rasional kepada objek yang ditelaah. Dikarenakan ada banyak premis yang digunakan untuk membangun sebuah bangunan ilmu dari sisi berpikir deduktif maka diperlukan adanya berpikir induktif.
Keunggulan metode ilmiah :
a)      Mencintai kebenaran obyektif, bersifat adil dan hidup bahagia.
b)      Kebenaran tidak absolut karena kebenaran dicari secara terus menerus.
Dengan ilmu pengetahuan kita tidak dapat dengan mudah percaya pada takhayul, astrologi maupun untung-untungan karena terjadi proses yang teratur di alam.
c)      Dengan ilmu pengetahuan kita memiliki rasa ingin tahu yang lebih banyak.
d)     Dengan ilmu pengetahuan kita tidak mudah berprasangka tetapi dapat berpikir secara terbuka, obyektif, dan toleran.
e)      Dengan metode ilmiah kita tidak mudah percaya tanpa bukti.
f)       Dengan metode ilmiah kita jadi memiliki sikap optimis, teliti, berani membuat pernyataan yang benar menurut ilmiah.
Kelemahan Metode Ilmiah :
a)  Metode ilmiah tidak mungkin bisa menjangkau objek yang bersifat inmateri (gaib),  dikarenakan tidak adanya wujud, ukuran dan timbangan yang jelas.
b)  Terlalu bergantung pada objek yang ada.
c)   Metode ilmiah akan berubah bila objek yang di amati telah berubah.
Sebagai contoh ilmuan mengatakan bahwa suhu diatas puncak merapi adalah 35 derajat c, namun apa yang di kemukakan oleh ilmuan akan berubah seiring berubahnya cuaca dan suhu.
d)  Kurang valid, karena tidak semua hasil dari metode atau penelitian di suatu daerah akan bisa di terapkan untuk daerah lain.
e)   Membutuhkan waktu yang lama, karena penelitian dilakukan secara berulang.
f)    Membutuhkan biaya yang sangat mahal, karena setiap penelitian memerlukan alat bantu berupa peralatan yang menggunakan tehnologi canggih.
g)  Dapat terhapus atau tidak di pakai bila terbukti ditemukan kesalahan dan bila muncul teori lain yang dianggap lebih berguna
h)  Cenderung kaku dan tidak terpengaruh oleh rasio dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa setiap teori selalu memiliki sisi positive dan negatif.
Peranan metode ilmiah :
a.Metode ilmiah berperan untuk memberikan penjelasan logis dalam ilmu empiris.
b.Sebagai landasan dalam melakukan suatu penelitian ilmiah.
c.Berperan dalam memberikan bukti yang konkrit terhadap suatu ilmu pengetahuan.

Mitos Candi Prambanan
                     

                       
Dahulukala berdirilah kerajaan di Pengging.Sang Raja mempunyai seorang putera yang berrnama Bandung Bondowoso.saat dewasa ia menjadi seorang pemuda yang gagah juga sakti.Di Prambanan juga berdiri sebuah kerajaan.Rajanya bernama Ratu Boko.Ratu Boko memiliki seorang puteri yang sangat cantik bernama Roro Jongrang.Kerajaan Pengging dan Prambanan bermusuhan,terjadi peperangan yang hebat waktu itu.Awalnya kerajaan Pengging kalah.Bandung Bondowoso maju ke medan perang.Pengging dapat mengalahkan Prambanan.Bandung Bondowoso berhasil membunuh Prabu Boko.Saat masuk istana Prambanan,Bandung Bondowoso melihat Roro Jongrang,seketika itu ia langsung jatuh cinta dan hendak memparistrinya,namun Roro jongrang menolak karena ia tidak mau di persunting oleh pembunuh ayahnya.Bandung Bondowoso lantas memaksa Roro Jongrang agar mau dinikahi olehnya,Akhirnya Roro Jongrang mau di peristri dengan syarat Bandung Bondowoso harus membuat seribu candi dan dua sumur yang sangat dalam dengan waktu satu malam.Bandung Bondowoso menyanggupinya.Kemudian Bandung Bondowoso meminta bantuan kepada makhluk-makhluk halus untuk membangun seribu candi,mereka segera bekerja keras setelah matahari terbenam,dengan cepat berdirilah candi-candi yang megah.Pada tengah malam,tinggal satu candi yang belum berdiri.Roro Jongrang terkejut melihat hal itu.Ia mencari akal untuk menggagalkan usaha bandung Bondowoso.Roro Jongrang Membangunkan Gadis-gadis desa.mereka di suruh menumbuk padi sambil memukul-mukul lesung,maka ayam jantanpun berkokok bersahutan.mendengar ayam jantan berkokok,makhluk-makhluk halus segera menghentikan pekerjaannya.mereka menyangka sebentar lagi matahari akan terbit,maka gagalah Bandung Bondowoso untuk
mendirikan seribu candi. Bandung Bondowoso sangat marah karena di tipu oleh Roro Jongrang.di kutuklah Roro Jongrang Menjadi Arca batu.Jadilah Roro jongrang arca besar di candi Prambanan.Maka candi Prambanan sering juga di sebut dengan Candi Roro Jongrang…….

Ziemenska, Renata. Common Knowledge and Scientific Knowledge


Komentar

Postingan Populer