Tugas Kedua Psikologi dan Teknologi Internet tentang Perilaku Prososial
Nama : Ahmad
Jahid Suyudi
Kelas :
2PA06
NPM :
10516375
Mata Kuliah
: Psikologi dan Teknologi Internet
Dosen Mata
Kuliah : Maria Chrisnatalia
Pertanyaan :
-
Apa
itu perilaku Prososial ?
-
Apakah
perilaku prosial bisa terjadi di Internet (contoh kasusnya) ?
Jawaban :
Pengertian perilaku
Prososial adalah tindakan bertujuan untuk kepentingan orang lain (Kassin, Fein
& Markus, 2011). Lebih lanjut, perilaku prososial merupakan semua jenis
tindakan yang dimaksudkan untuk memberikan manfaat bagi orang lain selain diri
sendiri, seperti bekerja sama, berbagi, dan menghibur (Batson, dalam Sanderson,
2011). Prososial diartikan sebagai sosial positif, sehingga perilaku prososial
merupakan perilaku yang mempunyai akibat atau konsekuensi yang positif bagi
orang lain, sehingga ketika seseorang melakukan bantuan terhadap orang lain,
prososial memiliki arti sebagai sosial positif atau mempunyai konsekuensi
positif (Fetchenhauer, dkk, 2006). Sosial positif ini didasarkan atas
nilai-nilai positif yang ada di masyarakat dan biasanya di tuntut untuk
dilakukan (Staub, dalam Ma, Li, & Pow, 2011).
Baron & Byrne (2005) mengatakan bahwa perilaku prososial adalah suatu
tindakan menolong yang menguntungkan orang lain tanpa harus menyediakan suatu
keuntungan langsung pada orang yang melakukan tindakan tersebut, dan mungkin
bahkan melibatkan suatu resiko bagi orang yang menolong. Gerungan (2000)
menyatakan bahwa perilaku prososial mencakup perilaku yang menguntungkan orang
lain yang mempunyai konsekuensi sosial yang positif sehingga akan menambah
kebaikan fisik maupun psikis. Sedangkan Faturochman (2006) mengartikan perilaku
prososial sebagai perilaku yang memberi konsekuensi positif pada orang lain.
Pengertian Prososial Menurut para Tokoh.
1. Perilaku prososial merupakan
tindakan bertujuan untuk kepentingan orang lain (Kassin, Fein & Markus,
2011).
2. Menurut O. Sears.Peplau, dan Taylor
pengertian perilaku prososial mencakup kategori yang lebih luas, segala bentuk
tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong orang lain, tanpa
memperdulikan motif-motif si penolong.
3. Perilaku prososial ialah tindakan
sukarela yang dilakukan sesorang atau sekelompok orang untuk menolong orang
lain tanpa mengharapkan imbalan apa pun atau perasaan telah melakukan kebaikan
(David O.Sears. dkk, 1991).
4. Pengertian perilaku prososial
adalah segala bentuk tindakan positif yang diberikan pada orang lain tanpa
keinginan untuk memperoleh imbalan untuk kepentingan diri sendiri (Edwin P
Holiander)
Peran Sosial Individu
Dengan setiap teknologi baru, hampir selalu ada periode terkait
re-ogranisasi sosial dan kultur dan refleksi, dan kadang-kadang bahkan
kecemasan dan konflik. Hampir selalu ada juga banyak pembicara jurnalis, ulama,
dan orang biasa mencoba untuk memahami apa yang mereka ketahui dan mendengar
tentang perkembangan teknologi baru. Sering mitos populer tentang teknologi
baru dapat menjadi ekstrim, cenderung membesar-besarkan dampak negatif atau
positif mereka percaya bahwa teknologi akan memiliki pada masyarakat, interaksi
sosial, dan psikologis individu. Setiap peran sosial adalah serangkaian hak,
kewajiban, harapan, norma, dan perilaku seseorang yang harus dihadapi dan
dipenuhi. Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa orang-orang bertindak
dengan cara yang dapat diprediksikan, dan bahwa kelakuan seseorang bergantung
pada konteksnya, berdasarkan posisi sosial dan faktor-faktor lain. Perilaku
prososial mencakup kategori yang lebih luas yaitu meliputi segala bentuk
tindakan yang dilakukan atau direncanakan untuk menolong dan bermanfaat bagi
orang lain, tanpa memperdulikan motif-motif si penolong.Determinisme teknologi
karena melihat teknologi sebagai besar 'penggerak dan pengocok' balik
transformasi sosial yang besar pada tingkat intuisi, interaksi sosial dan kognisi
individu.
Sosial individu sangat berperan dalam internet. Peran sosial individu
dalam penggunaan internet (berinteraksi melalui internet) adalah dengan
mengeluarkan pendapat di forum-forum online. Hal tersebut akan mendorong
seorang netters untuk prososial. Mereka akan lebih bisa bersosialisasi dalam
kehidupan nyata jika bisa berinteraksi dengan orang lain di internet. Meskipun
biasanya yang aktif di dunia maya cenderung pasif di kehidupan nyata, namun
berkat peran sosial dalam internet, maka orang yang tadinya pasif bisa menjadi
aktif di dunia maya dan kehidupan nyata.
Perilaku prososial meliputi berbagai bentuk, antara lain
1. Simpati
(Sympathy). Perilaku yang didasarkan atas perasaan positif terhadap
orang lain, sikap peduli, serta ikut merasakan kesedihan dan penderitaan orang
lain.
2. Kerjasama
(Cooperation). Kerjasama diartikan bahwa setiap orang mampu dan ingin
bekerjasama dengan orang lain, meski bukan untuk keuntungan bersama.
3. Membantu
(Helping). Perilaku mengambil bagian atau membantu urusan orang lain
sehingga orang tersebut dapat mencapai tujuannya.
4. Berderma
(Donating) Merupakan perilaku memberikan hadiah atau sumbangan kepada
orang lain, biasanya berupa amal.
5. Suka
menolong (Altruisme) Mengambil bagian untuk menolong orang lain, yang
dilakukan tanpa pamrih, dan biasanya dalam bentuk menyelamatkan orang lain dari
ancaman bahaya.
Menurut definisi oleh Wasserman
dan Faust (1994) jejaring sosial dapat dipandang sebagai sistem hubungan
sosial ditandai dengan serangkaian actor (orang) dan ties (percakapan)
dalam sosial mereka. Kuat lemahnya ties dalam suatu jejaring sosial
oleh Granovetter (dalam Carolan & Natriello, 2006) dipengaruhi oleh 4
kriteria sebagai berikut :
1. Durasi
2. Intensitas emosional
3. Keintiman
4. Pertukaran layanan atau bantuan
Perilaku prososial
dapat mengurangi perilaku antisosial, yang secara sederhana, digambarkan
sebagai perilaku yang tidak diinginkan dalam lingkungan sosial merupakan
lawan dari perilaku prososial (Millon, dkk, dalam Millie 2009). Perilaku
antisosial lebih mengarah menentang pada norma norma yang berlaku pada
masayrakat (Connor, 2002).
Bentuk-bentuk prilaku Prososial
Menurut Schoeder Prilaku Prososial mencakup hal-hal sebagai
berikut :
· Menolong
· Alturisme
· Kerjasama
Baron dan Byrne (2005) menyebutkan tiga aspek perilaku
prososial, yang antara lain:
1. Menolong orang lain yang kesulitan
(Helping A Stranger Distress)· Penyebaran tanggung jawab dan menghindari
kesalahan.
2. Mengurangi suatu tindak pelanggaran
(Deterring A Wrongdoer)
3. Menahan godaan (Resist Temptation)
Menurut Hing Keung Ma (2011) perilaku prososial pada remaja dalam
penggunaan internet termasuk di dalamnya
- Perilaku menolong. Dalam mengorganisir kegiatan dunia maya
bersifat sukarela dan altruistik untuk membantu orang yang
membutuhkan seperti contoh menggunakan sarana internet untuk membantu
orang lain.
- Perilaku kerjasama dan berbagi. Menggunakan fasilitas
internet sebagai sarana untuk mengajar dan belajar, sehingga meningkatkan
pengetahuan dan wawasan seseorang
- Mempertahankan hubungan yang afektif.
Perilaku normatif dalam penggunaan internet. Contoh,dikenal dan
diyakini oleh orang lain sebagai orang yang baik
Iyaa, perilaku Prososial
dapat terjadi diinternet karena fasilitas
internet sebagai sarana untuk mengajar dan belajar, sehingga meningkatkan
pengetahuan dan wawasan seseorang dan diinternet juga bisa mengorganisir
kegiatan dunia maya bersifat sukarela dan altruistik untuk membantu orang yang
membutuhkan.
Contoh kasus Prososial, saya
pernah bekerjasama mengerjakan tugas psikologi sosial bersama kelompok saya
pada malam itu saya mengirimkan foto tugas yang belum terisi dikelompok saya
dan dibahas dimedia sosial tersebut layaknya bekerjasama secara langsung. Hal
tersebut juga termasuk perilaku Prososial.
Contoh Prososial kasus
selanjutnya, waktu itu saya sedang kecewa berat sama teman saya karena dia
melanggar janji janjinya dan sayapun langsung mengabari seorang polisi lewat
media sosial dan akhirnya diapun ditangkap walaupun dia sahabat sejatiku. Di
internetpun bisa bertindak jujur yang merupakan perilaku Prososial.



Komentar
Posting Komentar