Tugas Psikologi dan Teknologi Internet tentang Cyber Cheating dan Cyber Flirting


Nama                 : Ahmad Jahid Suyudi
Kelas                  : 2Pa06
Npm                   : 10516375
Dosen Pengajar  : Maria Chrisnatalia
Mata Kuliah       : Psikologi dan Teknologi Internet

Cyber Cheating dan Cyber Flirting




Virtual Identity merupakan identitas maya, identitas yang sengaja dibuat untuk pemenuhan berbagai hal dalam dunia Cyber. perubahan  tersebut membawa pada perbincangan bahwa realitas saja tidaklah cukup, perlu adanya sesuatu kemudahan, kecepatan, dan akses untuk berbagai kebutuhan. Kerena dunia cyber memberikan kemudahan dan segala hal yang lain menjadi cepat, maka batas-batas dalam lingkup yang selama ini kita kenal seperti kultural, ideologi, kelas sosial, gender, usia, nasionalitas, agama, dan etnis sanggup terhapus  menurutu (Budiman 2002 ) bahwa ketika dunia tidak lagi mengenal tapal batas, ia menjadi semakin besar tapi sekaligus juga memudar.
          Banyak sekali identitas palsu yang bertebaran di dunia maya yang siap menipu calon korbannya. Kecanggihan teknologi memang tidak diragukan ragi dalam hal keamanandan, tetapi masih banyak celah  dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Cyber Cheating
            Terlihat dari namanya, cheating. Bila diartikan dari bahasa inggris ke bahasa indonesia yaitu curang. Tapi apabila terjadi dalam suatu hubungan berarti selingkuh(seseorang yang sudah mempunyai pasangan tetapi memiliki hubungan yang dekat dengan orang lain). Seperti dialog di sebuah film drama misalnya, "you cheating on me." Dan cyber berarti dunia maya. Jadi, kesimpulan singkat yang dapat diambil bahwa cyber cheating adalah perselingkuhan yang terjadi di dunia maya.
Contoh yang dapat diambil yaitu seorang perempuan yang memiliki status sudah menikah dan masih menjadi istri dari seorang laki-laki memiliki akun jejaring sosial untuk berkomunikasi bebas dengan orang lain. Seorang istri itu sering berkomunikasi dengan lelaki lain di akun sosial itu, lalu selama Ia sering berkomunikasi dengan lelaki itu, ia menggunakan kata-kata yang menggoda lelaki itu. Dalam konteks ini, menggunakan kata-kata mesra dengan lelaki lain yang bukan suaminya dapat dikatakan sebagai cyber cheating.

Cyber Flirting
Konteks cyber flirting hampir sama dengan cyber cheating. Cyber yang berarti dunia maya dan flirting dalam bahasa indonesia berarti menggoda atau merayu. Jadi, disimpulkan dengan merayu atau menggoda di dunia maya. Yang membedakannya dengan cyber flirting adalah ketidaknyamanannya. Kalau pada cyber cheating memang kedua belah pihak sengaja untuk berkomunikasi dan mempunyai tujuan lain. Tetapi kalau dengan Cyber flirting tidak. Memang tujuan kedua belah pihak orang tersebut untuk berinteraksi. Ketidaknyamanan itu dikategorikan sebagai perilaku negatif dalam berinteraksi di dunia maya.
Contoh yang dapat diambil yaitu seorang perempuan yang sedang merasa bosan dan mencoba untuk mencari teman mengobrol di dunia maya. Ia mempunyai akun di jejaring sosial lalu dia bertemu dengan seorang lelaki, Awalnya berjalan dengan baik seperti perkenalan biasa. Namun, setelah mulai cukup lama berbincang, lelaki itu merayu perempuan tersebut dengan bahasa yang tidak pantas diucapkan. Cyber flirting kebanyakan terjadi karena kebanyakan orang yang melakukan itu tidak menggunakan identitas aslinya.

Adapun perbedaan dari cyber cheating dan cyber frilting yaitu kalau cyber cheating menggunakan identitas asli, dan membohongi orang yang ada dunia nyata nya sedangkan cyber frilting tidak menggunakan identitas asli dan berperilaku negatif. Pernah terjadi  sebuah kasus yang membuat adanya suatu korban dari penyimpangan cyber cheating dan flirting tersebut. Kasusnya sendiri adalah sebagai berikut :


Ada seorang murid SMP di Bandung yang hilang setelah pulang sekolah karena diculik. Penculiknya pun tak tanggung-tanggung adalah seorang teman kenalannya dari situs jejaring sosial facebook. Sebutlah namanya bunga (13 tahun). Bunga yang saat pulang berjalan keluar dari sekolahnya dijemput oleh seorang laki- laki yang datang menggunakan mobil kijang. Lelaki tersebut bernama Deni dan mengaku sebagai teman bunga di facebook. Karena bunga merasa foto yang ada di dalam facebook dan yang sebenarnya sangat berbeda, maka bunga memutuskan untuk turun dari mobil tersebut. Bunga pun diancam, bila berani turun dari mobil, Deni akan menghentikan mobilnya di Jurang. Karena takut, Bunga tidak jadi untuk turun., Deni membawa bunga ke sebuah daerah di Subang, Jawa Barat selama 3 hari. Bunga pun baru menyadari bahwa Deni hanya seorang supir, dan mobil yang digunakan untuk menjemput Bunga hanyalah mobil sewaan dari temannya Deni. Bunga pun akhirnya dijemput oleh seorang intel polisi Jawa Barat dan mengajak Bunga untuk pulang. Akhirnya Bunga pun kembali kepada kedua orang Tuanya, sedangkan Deni dipenjara selama 15 Tahun karena kasus penculikan.
Hal diatas terjadi karena banyak orang yang tidak bertanggung jawab yang melakukan cyber cheating dan cyber flirting sampai melakukan sesuatu hal yang menakutkan di dunia nyata. Dengan menggunakan identitas palsu, membohongi fiti profil, menggoda dan bahkan menyulik di dunia nyata itu sungguh perbuatan yang tidak baik.  Apalagi jika pelaku memiliki seorang istri atau suami dan anak. Itu sangat tidak bermartabat.

Komentar

Postingan Populer